Pengantar BIS/1 Tawarikh: Perbedaan antara revisi

Dari Sejarah Alkitab Indonesia
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Baris 13: Baris 13:
*# Kesukaran-kesukaran yang dialaminya dan hal-hal yang dicapainya<br />'''{{ayat|1Taw 11:1-22:1}} (BIS)'''
*# Kesukaran-kesukaran yang dialaminya dan hal-hal yang dicapainya<br />'''{{ayat|1Taw 11:1-22:1}} (BIS)'''
*# Persiapan untuk pembangunan Rumah TUHAN<br />'''{{ayat|1Taw 22:2-29:30}} (BIS)'''
*# Persiapan untuk pembangunan Rumah TUHAN<br />'''{{ayat|1Taw 22:2-29:30}} (BIS)'''
{{Kepercayaan dan Kehidupan Kristen|footer}}
 
{{Alkitab Kabar Baik / Bahasa Indonesia Sehari-hari|footer}}

Revisi terkini sejak 6 Juni 2011 09.09

Buku I dan II Tawarikh sebagian besar berisi kejadian-kejadian yang telah diceritakan dalam buku Samuel dan buku Raja-raja. Tetapi di dalam buku Tawarikh kejadian-kejadian itu diceritakan dari segi pandangan lain. Sejarah kerajaan Israel dalam buku Tawarikh ditulis dengan dua maksud utama:

  1. Untuk menunjukkan bahwa sekalipun kerajaan Israel dan Yehuda ditimpa kemalangan, namun Allah masih memegang janji-Nya kepada bangsa itu, dan melaksanakan rencana-Nya untuk umat-Nya melalui orang-orang yang tinggal di Yehuda. Penulis yakin mengenai hal itu karena ia ingat akan hal-hal besar yang telah dicapai oleh Daud dan Salomo, serta pembaruan-pembaruan yang diusahakan oleh Yosafat, Hizkia dan Yosia. Juga karena masih ada orang-orang yang tetap setia menyembah Allah.
  2. Untuk menguraikan asal mula upacara ibadat di Rumah TUHAN di Yerusalem, terutama mengenai susunan jabatan imam dan orang-orang Lewi yang bertugas dalam upacara-upacara ibadat itu. Sekalipun Rumah TUHAN di Yerusalem itu dibangun oleh Salomo, namun di dalam buku Tawarikh ini Daud dikemukakan sebagai pendiri yang sesungguhnya dari Rumah TUHAN itu dan upacara-upacara ibadatnya.

Isi


Bibliografi

Artikel ini diambil dari:
Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari. Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta. CD SABDA-Topik 05302