Sejarah Alkitab Indonesia

Pendahuluan Kitab-kitab dalam Alkitab/1 Tawarikh

Bagikan ke Facebook

Dari Sejarah Alkitab Indonesia

Langsung ke: navigasi, cari
<< >>
Sejarah Alkitab di Indonesia
Sejarah Alkitab Daerah Indonesia
Sejarah Alkitab di Luar Indonesia
Biblika
Doktrin Alkitab
Pengantar dan Garis Besar Kitab
Studi Kata Alkitab
Bagian-bagian dari buku :
Pendahuluan Kitab-kitab dalam Alkitab
Pendahuluan Kitab-kitab dalam Alkitab:
Perjanjian Lama
Kejadian
Keluaran
Imamat
Bilangan
Ulangan
Yosua
Hakim-hakim
Rut
1 Samuel
2 Samuel
1 Raja-raja
2 Raja-raja
1 Tawarikh
2 Tawarikh
Ezra
Nehemia
Ester
Ayub
Mazmur
Amsal
Pengkhotbah
Kidung Agung
Yesaya
Yeremia
Ratapan
Yehezkiel
Daniel
Hosea
Yoël
Amos
Obaja
Yunus
Mikha
Nahum
Habakuk
Zefanya
Hagai
Zakharia
Maleakhi


Kitab II Samuel dan I & II Raja-Raja mencakup kira-kira periode yang sama dalam sejarah sama seperti kitab I & II Tawarikh. I & II Raja-Raja mencatat sejarah politik Israel dan Yehuda, sedangkan I & II Tawarikh terutama mencatat mengenai sejarah keagamaan Yehuda, Yerusalem, dan Bait Allah dalam hubungannya dengan perjanjian Daud. Sejarah dari kesepuluh suku di utara yang murtad kurang mendapat perhatian dalam I & II Tawarikh.

Kitab Kejadian sampai II Raja-Raja menjelaskan peristiwa-peristiwa yang terjadi sejak penciptaan Adam, manusia pertama, sampai kepada masa penawanan Kerajaan Yehuda oleh Babel. I & II Tawarikh mungkin ditulis oleh Ezra setelah berakhirnya penawanan di Babel. Fasal kedua dari I Tawarikh mencatat tentang keturunan suku Yehuda, yang khusus disoroti karena Mesias yang dijanjikan itu akan muncul dari suku ini (Kejadian 49:8-12).

Kitab I Tawarikh diawali dengan suguhan daftar nama-nama yang terpanjang dalam Alkitab di mana dari segi sejarah, silsilah itu mencakup kira-kira 3,500 tahun (Fasal 1 -- 9). Laporan ini penting karena menelusuri keturunan yang digunakan Allah dalam mewujudkan rencana penebusanNya yang kekal. Silsilah ini dimulai dengan Adam (I Tawarikh 1:1); kemudian menyoroti Abraham, Ishak, dan keturunannya melalui Yakub; kemudian Yehuda; dan terus kepada Daud, yang melaluinya Mesias itu akan muncul. Keturunan tokoh-tokoh ini merupakan mata rantai penting yang menelusuri silsilah resmi Kristus melalui Yusuf, sebagaimana tercatat dalam Injil Matius (Matius 1:1-17), dan juga menelusuri nenek moyang Kristus lewat keturunan Daud melalui Maria, seperti yang tercatat dalam Injil Lukas (Lukas 3:23-38). Banyak nama lagi yang tidak dicantumkan, namun nama-nama yang tercatat ada hubungannya dengan nubuatan-nubuatan tentang Mesias yang dijanjikan.

Silsilah dalam Matius menelusuri daftar nenek moyang Kristus yang sah melalui Yusuf, yang dianggap sebagai ayahNya secara hukum, walau bukan ayahNya secara biologis. Matius menyebut Yesus Anak Daud, karena melalui keturunannya Mesias yang dijanjikan itu akan muncul (II Samuel 7:12-13; Mazmur 89:3-4; 132:11; Yesaya 11:1; Yeremia 23:5). Namun silsilah Mesias yang menjadi Pewaris sah takhta Daud adalah Yesus, yang ditelusuri melalui Maria, sebagaimana tercatat dalam Injil Lukas. Silsilah Mesias ini menyebut tentang Daud, lalu kepada Natan, saudara Salomo. Keturunan Salomo melalui Konya tidak disebut (II Samuel 5:14; I Tawarikh 3:5; 14:4; Lukas 3:31). Orang-orang Yahudi tahu bahwa Abraham, bapa atau nenek moyang mereka, telah menerima perjanjian dari Tuhan. Olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat (Kejadian 12:3; 18:18; 22:18). Karena itu baik pada silsilah Yusuf dalam Matius dan silsilah Maria dalam Lukas, Abraham dan Daud tercantum di dalamnya.

Peperangan terakhir Saul dan kematiannya disebutkan dalam fasal sepuluh kitab I Tawarikh. Fasal-fasal yang tersisa (11 -- 29) membicarakan tentang pemerintahan Daud yang berakhir dengan kematiannya.

Kitab II Tawarikh melanjutkan sejarah keturunan Daud yang dimulai dengan pemerintahan Salomo. Kitab ini mencatat tentang pembagian kerajan di bawah Rehabeam, anak Salomo, termasuk sejarah Yehuda, di selatan, sampai kepada penawanan mereka ke Babel. Ayat-ayat terakhir mencatat tentang pengumuman Koresy, yang mendorong orang-orang Yahudi untuk kembali ke Yerusalem, sebagaimana dinubuatkan oleh Yeremia (II Tawarikh 36:22-23; Yeremia 29:10-14).

Tak ada nabi yang menjadi terkenal selama 40 tahun pemerintahan Salomo. Sebagian besar isi sembilan fasal pertama dalam kitab I Tawarikh menceritakan tentang pembangunan Bait Allah di atas Bukit Moria di Yerusalem (I Tawarikh 3:1). Bait Allah itu dibangun menurut pola Kemah Suci (Fasal 3-- 4). Bait Allah itu selesai dan ditahbiskan bagi Allah pada tahun ke 11 pemerintahan Salomo (fasal 5; bandingkan I Raja-Raja 6:38).

Fasal-fasal tersisa dari kitab II Tawarikh mencatat mengenai kemerosotan moral dan spiritual bangsa akibat dosa Salomo II Raja-Raja 11:9-11). Kitab ini diakhiri dengan laporan tentang kejatuhan Yerusalem dan kehancuran bait Allah Salomo (Fasal 10 -- 36).


Bibliografi
Artikel ini diambil dari:
Pendahuluan Kitab-kitab dalam Alkitab. http://www.biblepathway.org/Indonesian/books/bible_book_list.html
kembali ke atas