Kronologi Perjanjian Baru

Dari Sejarah Alkitab Indonesia
Revisi sejak 30 Juni 2011 11.03 oleh Sejarah (bicara | kontrib)
(beda) ← Revisi sebelumnya | Revisi terkini (beda) | Revisi selanjutnya → (beda)
Buku Hijau
Sejarah Alkitab di Indonesia
Sejarah Alkitab Daerah Indonesia
Sejarah Alkitab di Luar Indonesia
Biblika
Doktrin Alkitab
Pengantar dan Garis Besar Kitab
Studi Kata Alkitab



Kronologi berarti: ajaran (logos) tentang waktu (chronos). Maksudnya ialah urutan peristiwa-peristiwa dalam waktu. Maka kronologi Perjanjian Baru artinya ialah: urutan peristiwa-peristiwa (dan karangan) yang tercantum dalam Perjanjian Baru. Masa itu merangkum jaman sejak lahirNya Yesus sampai dengan kematian Rasul terakhir, dengan lain kata jaman kehidupan Yesus serta jaman rasuli.

Sehubungan dengan kronologi Perjanjian Baru ada banyak keraguan, kekaburan dan ketidak pastian. Karena itupun para ahli jauh dari sepakat dan sependapat. Sebaliknya ada selisih pendapat yang tidak kecil malah berhubung dengan peristiwa terpenting. Maka dari itu daftar yang berikut inipun tidak boleh dianggap mutlak, melainkan disajikan hanya sebagai satu kemungkinan diantara beberapa. Seringkali perbedaan hanya mengenai satu dua atau beberapa tahun saja oleh karena jaman Perjanjian Baru memang agak pendek sedikit.

Kronologi kehidupan Yesus

Tak mungkin juga diberikan suatu kronologi dan urutan peristiwa-peristiwa dalam waktu yang lengkap dan pasti sehubungan dengan kehidupan Yesus. Sumber yang tersedia, yaitu terutama keempat Injil tidak mengizinkan suatu daftar lengkap dan tepat disusun.

Yesus lahir sekitar tahun 7/6 sebelum Masehi. Ini aneh sedikit, mengingat bahwa tarikh Masehi (tahun 0) mulai dengan kelahiran Yesus. Tetapi ketika dalam abad ke IV Mas. Dionysius Sikecil menetapkan tarikh itu, ia keliru sedikit. Ia memulai tarikh Masehi itu beberapa tahun terlambat. Injil Lukas (Luk 2:1-2) menempatkan kelahiran Yesus dimasa pemerintahan Kaisar Agustus dan menghubungkannya dengan suatu cacah jiwa yang diadakan wali negeri Romawi Quirinus. Tetapi maksud Lukas kurang jelas juga. Sulpicius Quirinus adalah wali negeri di Syriah (termasuk juga Palestina) sekitar tahun 10 seb. Mas. dan sekali lagi sekitar tahun 6 Mas. Mateus (Mat 2:1) menghubungkan kelahiran Yesus dengan pemerintahan Herodes Agung. Herodes meninggal tahun 4 seb. Mas. Tanggal ini adalah pasti sama sekali, dan jika berita Mateus itu adalah benar, maka Yesus lahir sebelum tahun 4 Mas. Pulangnya dari Mesir dipertalikan oleh Mateus (Mat 2:22) dengan Tetrarkha Yudea dan Samaria Arkhelaos, yang sebagai pengganti ayahnya mulai memerintah dalam tahun 4 seb. Mas. juga. Tentang hari kelahiran Yesus tidak diketahui apa-apa.

Tampilnya Yohanes Baptis dan Yesus didepan umum ditempatkan oleh Lukas (Luk 3:1) pada jaman pemerintahan kaisar Teberius, waktu Pontius Pilatus adalah walinegeri di Yuda. Yesuspun wafat pula dijaman pemerintahan Pontius Pilatus. Pontius Pilatus menjadi walinegeri Yuda dari tahun 26 hingga 36 Mas. Maka itu kehidupan Yesus didepan umum berlangsung antara tahun 26 dan tahun 36. Tidak ada kepastian tentang tahun manakah dimaksudkan dengan "tahun 15 Kaisar Tiberius". Sebab ada dua macam perhitungan, dan tidak jelas perhitungan manakah dipakai Lukas. Maka menurut perhitungan yang satu tahun 15 ialah tahun 28/29 Mas.; menurut perhitungan yang lain tahun 27/28. Lukas (Luk 3:23) memberitahukan pula, bahwa Yesus berumur kira-kira 30 tahun waktu tampil. Jika diterima, bahwa tahun kelahiran Yesus ialah tahun 7 seb. Mas. dan tahun 15 Tiberius adalah 27/28 maka Yesus berumur 34 tahun waktu tampil didepan umum.

Wafatnya Yesus pasti jatuh pada hari Jumaat. Sebab Yohanes (Yoh 19:42) dan para sinoptisi (Mat 27:62; Mar 15:42; Luk 23:54) memberitahukan, bahwa itu terjadi pada "hari persiapan", artinya hari yang mendahului hari Sabbat. Pada hari itu semua disiapkan untuk hari istirahat itu. Para sinoptisi menyarankan, bahwa hari itu ialah hari Raya Paskah, sebab malam sebelumnya Yesus makan perjamuan Paskah (Mat 26:2, 17-18, 19; Mar 14:1, 12, 14, 16; Luk 22:1, 7, 8, 11, 13, 15), sedangkan Yohanes menyarankan, bahwa hari itu ialah hari sebelum Paskah (Yoh 18:28, 39; 19:14). sehingga perayaan itu jatuhnya pada hari Sabat berikutnya (Yoh 19:31). Mungkin dimasa itu ada dua penanggalan diantara orang Yahudi. Yang satu diikuti Yesus dan para sinoptisi, yang lain dituruti para imam Yahudi dan Yohanes. Tetapi mungkin juga, bahwa "jamuan paskah", yang dibicarakan para sinoptisi bukanlah jamuan paskah yang sebenarnya, tetapi semacam pengganti. Ada ahli yang berpendapat, bahwa Yesus makan jamuan malam terakhir pada hari Selasa; malam itu juga Ia ditangkap, selama hari Rabu tinggal dipenjara dan pada hari Kamis dihadapkan kepengadilan.

Jika keterangan Yohanes diterima sebagai tepat, maka tahun dan tanggal wafatnya Yesus dapat ditentukan sedikit. Sebab jatuhnya hari raya Paskah pada hari Sabat terjadi dalam tahun 30 dan 33 Mas. Tahun 33 rupanya sedikit terlambat. Kalau itu diterima, maka Yesus sudah berumur kira-kira 39 tahun dan Ia bekerja selama lima tahun. Yohanes memberitahukan, bahwa Yesus dua kali pergi ke Yerusyalem untuk merayakan Paskah (Yoh 2:13; 6:1). Waktu untuk ketiga kalinya pergi Yesus dibunuh (Yoh 13:1). Yohanes (Yoh 2:20) juga memberitahukan, bahwa Bait Allah sudah empatpuluh enam tahun diperbaiki. Perbaikan dan pengluasan ini dimulai oleh raja Herodes Agung dalam tahun 19/20 seb. Mas., sehingga 46 tahun sesudahnya ialah tahun 25/26 Mas. Kiranya ke 46 tahun (Yoh 2:20) itu tak perlu diambil persis melainkan hanya kira-kira saja sehingga keterangan itu dapat disesuaikan dengan keterangan Lukas tentang tahun 15 pemerintahan Tiberius. Yesus sudah bekerja sebentar sebelum pergi (untuk pertama kalinya) ke Yerusyalem.

Maka itu dengan agak pasti boleh disimpulkan bahwa Yesus wafat tanggal 7 April tahun 30 Mas. Ia bekerja di tengah rakyat dua tahun lebih (tahun 27/28-30). Tetapi kepastian mutlak tidak ada juga, sehingga beberapa ahli mempertahankan bahwa Yesus bekerja 3-5 tahun. Banyak bergantung pada pernilaian kebenaran historis yang tercantum dalam injil karangan Yohanes.

Kronologi jaman rasuli

Jaman ini mulai dengan kebangkitan Yesus. Tentang permulaannya tidak banyak yang diketahui. Turunnya Roh Kudus kiranya terjadi pada hari raya Pentakosta sesudah Paskah Yesus wafat (Kis 2:1), jadi dalam tahun 30 Mas. Tetapi mungkin juga peristiwa itu harus ditempatkan dalam tahun berikutnya tahun 31.

Stefanus kiranya dibunuh (Kis 7:54-60) dalam tahun 36/37. Sebab berita-berita Kisah Rasul memberikan kesan bahwa umat keristen sudah agak berkembang. Perkembangan itu minta beberapa tahun juga. Lagi pula cerita tentang pembunuhan Stefanus menyarankan bahwa prosesnya berjalan menurut hukum (Kis 6:12-7; 1; 7:59). Hal sedemikian kiranya tak mungkin terjadi waktu Pontius Pilatus masih memegang tampuk pemerintahan. Hanya pengadilan Romawi saja berhak menjatuhkan hukuman mati. Tetapi Pontius Pilatus berangkat dalam tahun 36 Mas. dan sebelum penggantinya Marcellus) sungguh berkuasa, Sanhedrin sebentar dapat bertindak demikian.

Dalam tahun itu juga (tahun 36/37) Paulus bertobat dan masuk keristen (Kis 9:1-19). Pengajaran umat oleh instansi Yahudi mengakibatkan, bahwa sebagian dari umat di Yerusyalem, yaitu yang berbahasa Yunani, terpencar-pencar sampai di Antiokhia (Kis 11:13) dan dengan demikian didirikanlah dalam tahun 36/37 umat keristen pertama diluar negeri Yahudi. Selama tiga tahun Paulus mengungsi ke "Arabia" (Gal 1:17), tetapi dalam tahun 39 ia muncul di Damsyik (Kis 19:20), lalu terpaksa melarikan diri (Kis 9:25; (2Kor 11:32-33).

Sekitar tahun 43 Paulus ada di Antiokhia, setelah oleh Barnabas dibawa pulang dari kota Tarsus (Kis 11:25). Dalam pada itu raja Herodes Agrippa dalam tahun 43